Saturday, June 11, 2011

SIAPA KETUA BIDADARI SYURGA?


gambar ehsan en.googles

Assalamualaikum w.b.t..kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Yang abadi di sana jua. pernah tidak terlintas difikiran kita terutama yang telah berumah tangga, adakah kita dipertemukan lagi dengan suami kita? atau suami kita nanti di sana tidak akan berjuma dengan kita kerana telah dikerumuni oleh bidadari-bidadari syurga yang cantik-cantik belaka. Subhallah, dengan membaca petikan soal jawab di abwha ini akan menjadikan kita lebih bertakwa dan beriman kepada-Nya. Soal jawab ini saya ambil daripada sumber ERAMUSLIM. Apa yang dapat saya simpulkan secara ringkas..jika kita sebagai isteri tidak mahu bidadari lain melayan dan menghampiri suami kita di syurga kelak, maka di dunia ini perlulah kita berusaha menjadi WANITA SOLEHAH supaya di syurga kelak Allah melantik kita sebagai KETUA BIDADARI kepada suami kita.Wallahuaklam

WANITA/ISTERI SOLEHAH = KETUA BIDADARI KEPADA SUAMI DISYURGA

Assalamu'alaIkum wr. wb.

Saya seorang suami yang baru berumah tangga selama dua tahun, sudah hampir satu tahun ini saya ditinggal wafat oleh istri tercinta yang sedang hamil delapan bulan anak pertama yang sangat kami harapkan.

Pertanyaan saya, apakah ada doa khusus yang dicontohkan oleh Rasulullah saw untuk mendoakan wafat seorang istri yang sedang hamil supaya di akhrat nanti saya dapat bertemu dan berkumpul kembali bersama mereka? syukron jazakumullah.

Wassalamu'alaykum wr. wb.


Jawapan

Wa'alaikumussalam wr. wb.

Doa untuk orang yang sudah meninggal adalah sebagai berikut:

" اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وأكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بالمَاءِ والثَّلْجِ وَالبَرَدِ، ونَقِّهِ منَ الخَطايا كما نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وأبْدِلْهُ دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِهِ، وَأهْلاً خَيْراً مِنْ أهْلِهِ، وَزَوْجاً خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ، وأدْخِلْهُ الجَنَّةَ، وأعِذْهُ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ أو مِنْ عَذَابِ النَّارِ "

Didalam riwayat muslim lainnya disebutkan " وَقِهِ فتْنَةَ القَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ "

Dan apabila anda ingin menambah doa-doa lainnya yang secara khusus ditujukan untuk istri anda maka diperbolehkan bagi anda dengan menggunakan bahasa Indonesia dan berdoa sekehendak anda untuk kebaikannya di akhirat serta kebaikan anda dan keluarga yang ditinggalkannya.

Dalam hal berdoa dengan menggunakan bahasa selain arab ini maka Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa berdoa diperbolehkan dengan menggunakan bahasa arab dan selain bahasa arab. Dan Allah swt mengetahui maksud dari orang yang berdoa dan keinginannya walaupun orang yang bersangkutan kurang baik didalam menyebutkannya. Dan Allah swt mengetahui kegaduhan suara-suara yang berdoa dengan berbagai bahasa untuk berbagai macam keperluan.” (Majmu’ al Fatawa juz XXII hal 488 – 489)

Bagaimana Keadaan Seorang Istri di Surga

Adapun jika seorang wanita meninggal sebelum dia sempat menikah dengan seorang laki-laki maka Allah lah yang menikahkannya kelak di surga dengan seorang lelaki dunia, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Tidaklah ada di surga seorang bujang.” (HR. Muslim). Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa jika seorang wanita belum menikah di dunia maka Allah swt yang menikahkannya dengan seseorang yang menyedapkan pandangan matanya di surga. Kenikmatan di surga tidaklah terbatas untuk kaum laki-laki akan tetapi untuk kaum laki-laki dan wanita dan diantara kenikmatan itu adalah pernikahan. Demikian halnya dengan seorang wanita yang meninggal dalam keadaan sudah dicerai.

Demikian pula terhadap seorang wanita yang suaminya tidak masuk surga, Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa seorang wanita yang masuk surga dan belum menikah atau suaminya tidak termasuk kedalam ahli surga maka jika wanita itu masuk surga dan di surga terdapat lelaki dunia yang belum menikah maka seorang dari merekalah yang menikahinya.

Adapun seorang wanita yang meninggal setelah menikah dan dia termasuk ahli surga maka di surga dia akan bersama suaminya yang menikahinya saat meninggalnya.

Adapun seorang wanita yang ditinggal suaminya terlebih dahulu kemudian ia tidak menikah lagi setelahnya hingga dia meninggal dunia maka wanita itu akan menjadi istrinya di surga.

Adapun seorang wanita yang ditinggal suaminya terlebih dahulu kemudian ia menikah lagi setelah itu maka wanita itu menjadi istri bagi suaminya yang terakhir walaupun wanita itu pernah menikah dengan beberapa laki-laki, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Seorang istri untuk suaminya yang terakhir.” (Silsilatu al Ahadits ash Shahihah Lil Albani) dan perkataan Hudzaifah kepada istrinya,”Jika engkau mau menjadi istriku di surga maka janganlah engkau menikah sepeninggalku. Sesungguhnya seorang istri di surga adalah untuk suaminya yang terakhir di dunia. Karena itu Allah swt mengharamkan istri-istri Nabi untuk kmenikah sepeninggal beliau saw karena mereka adalah istri-istrinya saw di surga.” (http://forum.islamstory.com)

Wallahu A’lam

Justeru marilah kita sama -sama memastikan kita dan suami sama-sama menjadi penghuni syurga agar kita ditempatkan di kalangan orang- orang yang beriman.



8 comments:

Freaky said...

jadi kepada isteri sekalian. jadilah muslimah solehah dan patuh perintah suami agar dapat jadi ketua bidadari di dalam syurga nanti :)

blackroses said...

suamipun kena lah beriman dan bertakwa..kalau tak nanti Allah kahwinkan isterinya dengan orang lain di syurga kelak

shiema sufian said...

suke ini :)

blackroses said...

:)...

yad'z said...

wanita idaman dunia
seindah hiasan adalah wanita solehah
yang akan membahagiakan syurga
dalam rumahtangga... =)

blackroses said...

syurga akhirat juga yad'z

d_LA said...

nak jadi ketua bidadari gak..kene kawen dulu la ye..hehe

blackroses said...

kawin dulu ek..tapi jangan risau dear..kalau sampai akhir ajal tak kawin Allah dah janji akan kahwin kan di syurga